Klayar, Keindahan Pantai Selatan

Klayar, Keindahan Pantai Selatan

Pantai asri berpasir putih dengan ombaknya yang kuat menghempas tebing batuan karst..

Klayar adalah salah satu pantai di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Mungkin anda sudah pernah mendengarnya karena beberapa waktu yang lalu banyak media baik cetak maupun elektronik ikut memberitakan hilangnya beberapa pengunjung yang terseret ombak di pantai ini. Ombak di pantai ini memang cukup besar, bahkan saya sendiri pernah menjadi korbannya, tapi alhamdulillah saya masih bisa berbagi cerita ini :)


Sebenarnya sudah lama saya ingin berlibur akhir pekan ke pantai. setelah mencari informasi ke beberapa teman, maka aku dan 3 sahabatku memutuskan untuk pergi ke Pantai Klayar. Kami berangkat dari Solo menggunakan dua sepeda motor, melewati Sukoharjo-Wonogiri dan memasuki Pacitan. Di daerah Wonogiri kami sempat menikmati tahu kupat, jujur rasanya maknyuss hanya saja porsinya terlalu sedikit buat ukuran kami,hee..
Kami tiba di Klayar sudah gelap, saat itu hujan lumayan deras sehingga kami langsung berteduh di warung yang kosong. Angin laut yang lembab begitu terasa, suara hempasan ombak terdengar jelas. Di warung yang terbuka ini kami mengeluarkan matras dan peralatan masak, mie instan, snack dan kopi hitam..

Pagi tiba, alhamdulillah cuacanya cerah, tampaklah landscape klayar yang kemaren disembunyikan oleh gelapnya malam dan hujan. Ternyata memang tidak salah, panoramanya begitu memanjakan mata ini. pasirnya yang putih putih dengan tebing-tebing batu karst di kejauhan menciptakan kesan tersendiri. Saat air surut terlihat batu-batu karang yang menjebak air laut bahkan ikan-ikan kecil juga, jika kalian mengamati banyak bulu babi di lubangnya.



 

Kami berjalan ke arah pantai yang bertebing, batu nya terlihat indah dengan bekas kikisan ombak laut. Meski air pasang belum terlalu besar, gemuruh ombaknya terdengar jelas menghempas tebing. Ada juga batuan yang menjorok ke laut seperti tanjung.
 


 



Saat kami tiba di atas batu tersebut ternyata sudah ada pengunjung lain yang tengah menikmati keindahan ciptaan-Nya sambil berburu gambar. Pemandangan yang paling menarik perhatian adalah air mancur dari air laut yang terjebak di sela-sela batuan, semakin besar ombak maka akan semakin tinggi pancuran air tersebut. Suara semburannya keras seperti air yang disemprotkan dengan tenaga yang begitu besar. Aku dan teman-teman pun tak mau ketinggalan untuk bermain dan mengabadikan dengan jepretan kamera poket hasil cumi alias cuma minjam [maklum aja ^.^..]

 

 

 


Tepian tebing yang Indah dengan hempasan ombaknya yang mendebur-debur membuatku ingin turun mendekat dan mersakan deburannya. Tapi apes, saat aku berdiri juah di tepian ombak yang besar datang tanpa aku melihatnya, saat ku sadari air sudah begitu dekat dan breessss... aku sudah di terjang, tubuhku dihantamkan batuan, beberapa saat aku terdiam kemudian rasa perih ku rasakan di tangan, kaki dan wajah. Keteledoranku harus dibayar, tapi syukurlah tidah parah...




pulang..
Setelah Puas menikmati dan bermain kamipun segera pulang karena berencana untuk singgah dulu di Goa Gong yang masih satu jalur dengan arah ke Pantai Klayar ini.

Air Terjun Srambang

Srambang terletak di desa girimulyo, kec. Jogorago, kab. Ngawi. Desa ini berada di lereng gunung lawu sebelah timur. Terdapat obyek wisata terkenal di kabupataen ngawi, yaitu air terjun Srambang, memang air terjun ini belum terkenal seperti obyek air terjun di gunung lawu yang lainnya, semisal air terjun sarangan,Magetan maupun grojogan Sewu di tawangmangu.


Ketinggian air terjun ini hanya sekitar 40 meter, keberadaan air terjun ini baru diketemukan di tahun 1995 oleh warga sekitar, konon grojogan ini terbentuk setelah terjadi longsoran tebing.

Air terjun srambang dapat ditempuh dari kota ngawi yang berjarak 32 km kearah barat daya, via bus umum dengan jurusan ngawi-jogorogo-srambang. Selain itu juga bisa di tempuh dari kota magetan dengan jarak sekitar 35 km dengan rute megetan-panekan-kendal-jogorogo-girimulyo(srambang)


Pengunjung dapat mencapai air terjun ini dengan berjalan kaki sekitar 850 meter melewati hutan pinus dan beberapa kali menyeberangi sungai kecil yang kanan kirinya masih alami tumbuhannya, segi kebersihan masih terjaga dari sampah.

Desa girimulyo, kec.Jogorogo selain memiliki obyek air terjun juga terjapat jalur pendakian gunung lawu, bagi para penggila gunung, bisa mencoba jalur ini sebagai alternatif. Para pendaki yang mungkin sudah bosan melalui cemoro kandang maupun cemoro sewu bisa deh deh..

Pendakian Gunung Semeru

Jika ada pertanyaan siapa pendaki Gunung Semeru paling terkenal saya pasti akan menjawab Soe Hok Gie, bahkan lebih terkenal dari Clignet [Belanda] yang dianggap sebagai orang pertama yang mencapai puncak Semeru, hanya saja saya tidak tahu apakah Clignet juga Meninggal seperti Gie.Mungkin karena saya orang Indonesia yang hanya tahu Soe Hok Gie, itupun setelah dia di filmkan itu,hehe.. tapi inti dari posting ini adalah pendakian Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini, bukan tokoh-tokohnya ...

Mahameru merupakan puncak dari gunung Semeru, Gunungapi tertinggi di Pulau Jawa dan tertinggi ketiga setelah Kerinci dan Rinjani. Akses ke basecamp pendakian (Ranupani) bisa melalui Malang, Probolinggo atau Lumajang. Dari Kota Malang kita menuju Tumpang, dari sini kita naik jeep (nyarter) sampai Ranupani. Jika dari Probolinggo kita bisa naik angkutan umum sampai di Bromo, permukiman masyarakat Tengger, angkutan ini hanya sampai jam 4an sore. Dari Bromo kita perlu menyewa jeep lagi untuk ke Ranupani karena jaraknya lumayan jauh, kira-kira 10Km. Bromo dan Semeru merupakan satu area, yaitu Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). gambar diatas adalah pos izin pendakian ranupani.

Ranupani

Untuk melakukan pendakian, kita harus mendaftar lebih dulu disini, izin pendakian di buka mulai jam 07.00-05.00. Menurut saya, pendakian di Semeru lebih asik dilakukan pada siang hari karena pemandangannya yang indah sayang untuk kita lewatkan. jika memulai pendakian setelah dzuhur kita bisa sampai danau Ranukumbolo sebelum gelap, sehingga bisa menikmati bayang-bayang sunset dan lebih nyaman saat mendirikan tenda. Jalur ini relative datar, kita akan disuguhi pemandangan yang berupa tebing yang dinamakan watu rejang. Sebelum waturejang, kita akan melalui jalanan paving terlebih dahulu yang disebut landengandowo. Antara Ranupani- Ranukumbolo ada 3 pos bangunan yang dapat kita gunakan untuk istirahat atau berteduh apabila hujan.

Sebenarnya masih ada satu jalur lagi untuk ke Ranukumbolo yaitu jalur Gunung Ayeg-ayeg. Ini adalah jalur local dan tidak ada penunjuk arah, medannya juga berat/terjal sehingga cukup menguras tenaga kalau kita membawa beban. Untuk jalur ayeg-ayeg tepat berada didepan perizinan pendakian [tidak beraspal] sedangkan untuk jalur umum kita perlu mengikuti jalan aspal kurang lebih 200M sampai ketemu gerbang pendakian.

Ranukumbolo
Danau Ranukumbolo adalah tempat yang asik buat berkemah, tempatnya luas, air yang melimpah dan keindahannya yang tak perlu lagi saya ceritakan [silahkan buktiin sendri ae bro n sist,,hehe..] kita tidak perlu buru-buru melanjutkan perjalanan, nikmati aja sunrise n kabut-kabut yang melayang di atas danau sampai puas sambil masak, bikin kopi atau bahkan sambil mancing. Setelah matahari berpindah di sisi barat barulah kita mulai perjalanan lagi menuju kalimati atau arcopodo, tapi saya lebih menyarankan sampai kalimati saja, karena lebih luas, datar dan tidak terlalu jauh dari sumber air jika kalian enggan membawa air dari ranukumbolo. Ranukumbolo-Kalimati kurang lebih 4jam versi natupala dan bisa 2jam jika ingin cepat. Rutenya yaitu ranukumbolo - orooro ombo – cemoro kandang – jambangan – kalimati. Meninggalkan ranukumbolo kita akan disambut tanjakan cinta, sangat terjal dan memiliki cerita sendiri di balik namanya. Dari atas tanjakan ini pemandangan kearah danau sangat mempesona, jadi sempatkanlah untuk mengambil gambar… selain tanjakan ini medan ke kalimati datar…

Oro-oro Ombo
Merupakan sabana yang luas dengan di tumbuhi rumput-rumput yang tinggi dan bunga-bunga berwarna ungu, mirip lavender tapi saya tidak tau nama aslinya, oro-oro ombo juga tempat favorit untuk diabadikan dengan kamera…

Cemoro kandang

Berupa hutan pinus, banyak juga yang sudah tumbang karena usianya yg sudah tua. Titik ketinggiannya 2600mdp, sekitar 200m lebih tinggi dari ranukumbolo..

Jambangan

Dari sini, Semeru tampak jelas sekali. Terlihat kokoh dan menantang dengan asap jonggrang seloka yang menghiasi puncaknya.. dari info yang saya tahu cemoro kandang dan jambangan ini banyak hewan liar seperti burung dan kijang, tapi saya hanya sempat melihat babi hutan..
Kalimati
Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun.Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 40an menit pulang pergi..

Saya lebih senang mendirikan tenda disini daripada harus ke arcopodo. Alasan utamanya adalah kita tidak perlu membawa beban berat lagi, kita bisa meninggalkan barang bawaan disini, tidak perlu khawatir karena sebagian besar dari pendaki melakukannya dan belum pernah terdengar cerita kehilangan [ dan semoga slalu begitu… ]

Arcopodo
Sekitar jam 1 pagi, kita harus sudah memulai perjalan menuju puncak [untuk versi natupala mungkin jam 00 lebih baik], Bawalah air dan makanan secukupnya saja, karena mulai dari sini medannya berat tidak seperti sebelumnya, untuk menuju Arcopodo berjalan kearah Timur sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati menanjak hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru,. “Beberapa saat lagi anda akan tiba di Arcopodo, beristirahatlah sejenak untuk persiapan menuju Puncak Mahameru, apabila mental dan fisik belum siap maka dilarang untuk mendaki” begitulah kira-kira bunyi pesan di papan saat kita memasuki arcopodo.. selebihnya akan melewati bukit pasir.

Summit Attack [gbr: memoriam Gie di puncak]
Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 4-5 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo... sebelum sampai puncak istirahatnya secukupnya saja karena bisa hilang kesempatan melihat sunrise [ itu masih mendingan, waktu ada teman yang gak kesampain ke puncak karena kwatir resiko gas beracun..] Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka, sebaiknya sebelum jam 10 sudah mulai turun. 

Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor…

 Jonggrang Seloka                          

Hi Beauty Girl in the city,
Don't fall in love with the Climbers
Because he always thinking that the Beauties only grow in the Mountains

Hi the Climbers,
Don't fall in love with the Beauty Girl in the city
Because her thinking and mind like the Weather in the Mountains


Artikel lain Pendakian Gunung Merapi, Gunung SemeruRinjani-Lombok,. Leuser-Aceh, Bromo dan Kawah Gunung Ijen.   

Kawah Gunung Ijen

Keindahan dari kawah Gunung Ijen sepertinya tidak perlu di ragukan lagi, bahkan banyak yang menyebutnya sebagai salahsatu tempat wisata terindah di Indonesia yang patut bagi kita untuk meluangkan waktu guna mengunjunginya. 
Kawah Ijen adalah sebuah danau kawah yang bersifat asam yang berada di puncak Gunung Ijen, Jawa Timur, memiliki tinggi 2368 meter di atas permukaan laut dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah mencapai 5466 Hektar. Kawah Ijen berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Pesona Keindahan Kawah Ijen
Kawah Ijen dilihat dari puncak gunung Ijen sangat mengagumkan. Suasananya menyenangkan untuk di rasakan baik pemandangan alamnya maupun suasana alam membuat para pencinta alam menjadi tertarik untuk menjelajahi gunung Ijen ini. Di samping sebagai tempat rekreasi yang terindah di kawasan Bondowoso, kawasan gunung Ijen sering dijadikan anak-anak muda sebagai tempat berkemah yang cocok. Kawah Ijen merupakan danau yang besar berwarna hijau kebiruan dengan kabut dan asap belerang yang sangat memesona. Selain itu, udara dingin dengan suhu 10 derajat celcius, bahkan bisa mencapai suhu 2 derajat celcius, akan menambah sensasi yang dingin sekali bagi yang tidak terbiasa merasakan udara di kawah Ijen. Berbagai tanaman yang hanya ada di dataran tinggi juga dapat Anda temukan, seperti Bunga Edelweis dan Cemara Gunung.

Saat pagi hari, ketika matahari mulai menyinari kawasan Kawah Ijen, pemandangan yang indah dapat Anda nikmati rasakan sinar yang muncul dari balik pepohonan dan bersembunyi ketika sunset. Kawah Ijen yang berwarna hijau kebiruan akan ditambah cahaya matahari yang berwarna keemasan memantul di kawah tersebut. Pemandangan menakjubkan juga dapat Anda peroleh dengan menyaksikan pesona keindahan Gunung Merapi yang berdekatan. Gunung Merapi memiliki kemiripan bentuk dengan Gunung Ijen. Saat yang paling tepat untuk menyaksikan keindahan Ijen adalah pada pagi hari.

Untuk menuju Kawah Ijen, Anda harus menyusuri jalan setapak menyusuri tebing kaldera. Jangan lupa membawa penutup hidup karena kadang asap belerang tertiup angin melewati jalur tersebut. Anda juga dapat mengelilingi kaldera di kawasan ini yang memakan waktu mencapai 8 hingga 10 jam berjalan kaki.
Rute pendakian ke Gunung ijen
Akses ke gunung Ijen dari Banyuwangi, bisa naik angkot trayek Banyuwangi - Licin - Jambu. Dari Jambu perjalanan dilanjutkan menuju Paltuding dengan ojek atau menumpang mobil pengangkut sayur. Pintu gerbang utama ke Cagar Alam Taman Wisata Kawah Ijen terletak di Paltuding, yang juga merupakan Pos PHPA (Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam). Alternatif rute adalah Bondowoso - Wonosari - Tapen - Sempol - Paltuding. Fasilitas lain yang dapat dinikmati oleh pengunjung antara lain pondok wisata dan warung yang menjual keperluan pendakian untuk menyaksikan keindahan kawah Ijen.

Dari Paltuding berjalan kaki dengan jarak sekitar 3 km. Lintasan awal sejauh 1,5 km cukup berat karena menanjak. Sebagian besar jalur dengan kemiringan 25-35 derajad. Selain menanjak struktur tanahnya juga berpasir sehingga menambah semakin berat langkah kaki karena harus menahan berat badan agar tidak merosot ke belakang.

Setelah beritirahat di Pos Bunder (pos yang unik karena memiliki bentuk lingkaran) jalur selanjutnya relatif agak landai. Selain itu wisatawan/pendaki di suguhi pemandangan deretan pegunungan yang sangat indah. Untuk turun menuju ke kawah harus melintasi medan berbatu-batu sejauh 250 meter dengan kondisi yang terjal.
source:wikipedia_kawahiejen
lihat juga wisata gunung Bromo.

Pulau Bawean

Pulau Bawean adalah sebuah pulau yang terletak di Laut Jawa, sekitar 150 kilometer sebelah utara Pulau Jawa. Secara administratif, pulau ini termasuk dalam Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. pantainya yang kaya terumbu karang memiliki dua obyek wisata yaitu Tanjung Goang dan danau Kastoba.Untuk mencapai pulau ini dapat ditempuh dengan naik kapal jetfoil selama 2-3 jam dari surabaya. Obyek wisata Tanjung Goang terletak di desa Kamalasa, sekitar 8 km dari kecamatan Sangkapura ini memilki keindahan alam yang asri dan di tambah dengan aneka ikan dan terumbu karang di sepanjang pesisir pantai yang dibentengi oleh bukit marmer. Sedangkan Danau Kastoba terletak si Desa P anoramaan sekitar kurang lebih 32 km dari Kecamatan Sangkapura. Danau Kastoba adalah danau yang masih asli, airnya yang tenang dan dingin membuat banyak rusa betah tinggal di sana.
Bawean memiliki 2 kecamatan yaitu Sangkapura dan Tambak. Jumlah penduduknya sekitar 70.000 jiwa, kebanyakan memiliki mata pencaharian sebagai nelayan atau petani selain juga merantau. Etnis mayoritas penduduk Bawean adalah Suku Bawean, diikuti oleh Suku Jawa, Madura dan suku-suku lain misalnya Bugis dan Mandailing.
Diameter pulau Bawean kira-kira 12 kilometer dan jalan yang melingkari pulau ini kira-kira panjangnya 70km dan bisa ditempuh dalam waktu 1-2 jam. Bawean memiliki atraksi pariwisata yang cukup menawan, terutama pantai-pantainya. Ada juga sebuah danau yang terletak tepat di tengah-tengah pulau bernama Danau Kastoba. Beberapa pulau kecil ("gili") juga tidak kalah menarik untuk dikunjungi.
Bahasa pertuturan mereka adalah bahasa Bawean. Bukannya bahasa Madura seperti yg dimaklumkan sebelum ini. Bangsa Madura adalah bangsa pendatang di kepulauan Bawean.Di Bawean terdapat spesies rusa yang hanya ditemukan (endemik) di Bawean, yaitu Axis kuhli. Selain itu di Pulau Bawean juga ditanam manggis, salak, buah merah, dan durian untuk konsumsi lokal. Puluhan spesies ikan laut juga terdapat di pantai pulau ini.
source: wikipeedia
Pulau lain di Jawa Timur yang tak kalah menarik adalah Pulau Sempu. Sedangkan panta- pantai yang menarik antara lain : Pantai Plengkung, pantai grajagan, pantai camplong, pantai watu ulo, pantai teleng ria, pantai prigi, pantai klayar, pantai popoh, pulau sempu, pantai papuma, Pantai Sukamade.     

Pantai Plengkung


Pantai Pelengkung merupakan surga para peselancar tingkat dunia, karena ombaknya yang spektakulaer dan sangat baik untuk berselancar. Lokasi wisata ini berada dikawasan hutan lindung, sehingga bisa menikmati keindahan dengan segala keunikan yang masih alami. Saat yang baik untuk berselancar biasanya dilakukan bulan Mei sampai dengan bulan Oktober.
G-Land, The Seven Giant Waves Wonder” Julukan tersebut diberikan oleh peselancar asing utk gulungan ombak di Pantai Plengkung yang berlokasi di Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Banyuwangi, Jawa Timur. G punya tiga konotasi yg berbeda: Green, krn lokasinya di tepi hutan, Grajagan, nama point terdekat sebelum ada jalan melintas di hutan atau Great krn salah ombak yg terbaik di dunia. Apapun artinya, itulah julukan buat sebuah nama lokal bernama Plengkung. Ombak di Plengkung merupakan salah satu yg terbaik di dunia. Ombak setinggi 4-6 meter sepanjang 2 km dlm formasi 7 gelombang bersusun “go to left” cocok ditunggangi oleh peselancar kidal. Selain Plengkung utk peselancar prof, ada juga Pantai Batu Lawang utk belajar. Ombak disini disebut “twenty-twenty” yg artinya twenty minute utk mendayung ketengah dan twenty minute menikmati titian ombak.
TNAP selain surganya peselancar juga tempat yg bisa memuaskan kegemaran berpetualang menembus hutan, mengamati satwa di Sadengan dan berkunjung ke gua2 mistis. Entah kenapa TNAP juga tempat yg paling banyak dikunjungi utk tujuan meditasi dgn berbagai latar belakang etnis dan religius dari seluruh Indonesia. Beberapa orang bahkan telah bertahan 3 tahun bermeditasi dihutan/ gua dgn hanya makan makanan seadanya atau daun2an yg didptkan disekitarnya. Gua2 tempat bermeditasi adalah Gua Istana, Gua Putri dan Gua Padepokan, selain Gua Macan yg konon punya nilai mistis tinggi. Gua ini dicapai dari Pos Pancur sejauh 2 km berjalan kaki.
sumber: navigasi, http://www.benih.net

Pantai lainnya di Jawa Timur yang menarik antara lain : pantai grajagan, Camplong Watu ulo Teleng ria, Prigi, Klayar, Popoh, pulau sempu, Papuma, Pantai Sukamade.

Pantai Grajagan


Pantai Wisata Grajagan terletak kurang lebih 52 km ke arah selatan dari Kota Banyuwangi. Posisi pantainya yang strategis membuatnya menjadi pintu gerbang menuju ke Plengkung. Disekitar Pantai Grajagan banyak terdapat goa buatan yang terletak pada ketinggian sehingga kita dapat mengawasi seluruh kawasan. Pantai Grajagan bersebrangan dengan kawasan pantai Cungur. Karena perairanya bebas dari pengaruh ombak laut selatan, selain menikmati panorama sambil mandi matahari, di balik pantai Cungur terdapat Segoro Anak untuk kegiatan ski air, berperahu dan kano.

Pantai Grajagan


Pantai Wisata Grajagan terletak kurang lebih 52 km ke arah selatan dari Kota Banyuwangi. Posisi pantainya yang strategis membuatnya menjadi pintu gerbang menuju ke Plengkung. Disekitar Pantai Grajagan banyak terdapat goa buatan yang terletak pada ketinggian sehingga kita dapat mengawasi seluruh kawasan. Pantai Grajagan bersebrangan dengan kawasan pantai Cungur. Karena perairanya bebas dari pengaruh ombak laut selatan, selain menikmati panorama sambil mandi matahari, di balik pantai Cungur terdapat Segoro Anak untuk kegiatan ski air, berperahu dan kano.

Pantai-pantai lainnya di Jawa Timur yang menarik antara lain : Pantai Plengkung, Pantai CamplongPantai Watu Ulo Pantai Teleng Ria, Pantai Prigi, Pantai Klayar, Pantai Popoh, Pulau Sempu, Pantai Papuma, Pantai Sukamade. pantai Pulau Bawean dan beberapa pantai lainnya yang belum disebutkan.

Pantai Camplong

Pantai Wisata Camplong yang letaknya sekitar 8 kilometer ke arah timur dari Kota Sampang Pulau Madura, terletak di Desa Dharma Camplong, merupakan pantai landai dengan pasirnya yang putih. Di dekat pantai dilengkapi taman yang ditumbuhi pohon cemara sehingga menambah keteduhan di kawasan wisata ini. Bila cuaca cerah , pada sore hari dapat menikmati indahnya panorama saat matahari tengggelam. Inilah keindahan yang dimiliki Pantai Wisata Camplong.
Ketika memasuki kawasan Pantai Wisata Camplong, suasana segar terasa di sela-sela pohon cemara.Saat ini, fasilitas yang benar-benar siap adalah Hotel Wiasata Camplong dengan 22 kamar. Hotel ini juga dilengkapi restoran, room service, meeting room, karaoke, dan mandi pantai.
Pantai-pantai lainnya di Jawa Timur yang menarik antara lain : Pantai Plengkung, Pantai Grajagan, Pantai Watu Ulo, Pantai Teleng Ria, Pantai Prigi, Pantai Klayar, Pantai Popoh, Pulau Sempu, Pantai Papuma, Pantai Sukamade. dan beberapa pantai lainnya yang belum disebutkan.