Tempat Wisata

Tempat wisata ini merupakan halaman yang berisi daftar objek-objek wisata yang ada dalam blog ini. sehingga postingan tempat wisata ini saya jadikan sebagai daftar isi blog. Saya akan berusaha untuk terus menambahkan tempat-tempat  menarik lainnya di Indonesia, sehingga [semoga] bisa lebih bermanfaat bagi para pecinta wisata Indonesia sekaligus memperkenalkan potensi-potensi wisata yang ada.
Namun karena keterbatasan waktu, sumber dan lainnya ,maka masih banyak sekali tempat menarik yang belum terposting disini. Jika anda ingin turut memperkenalkan tempat wisata di daerah anda yang belum dimuat disni, silahkan kirimkan ke alamat email kami: simbahazis@rocketmail.com

Daftar tempat wisata di Indonesia:

1. D.I Aceh

2. Sumatra Utara
3. Riau
[belum ada postingan]

4. Kepulauan Riau
 Pulau Bintan, Pulau Penyengat, Gunung Ranai, Pantai Lagoi, Pantai Trikora 
5. Sumatra Barat


6. Jambi
[belum ada posting]

7. Bengkulu
Pantai Panjang, Tapak Padari, Duayu Sekundang,  Panjang, Pantai Jakat, Bukit Kaba, Fort Marlborough, Suban Air Panas, Air Terjun Kepala Siring,  Danau Harun Bestari, Perayaan Tabot, Rumah Pengasingan Bung Karno.

8. Kep. Bangka Belitung

9. Sumatra Selatan
           
10. Lampung
Pantai Bagus, Teluk Kiluan, Laguna Helau, Pantai Bagus, Gunung Betung   
          
11. Jakarta

12. Banten
[belum ada posting]

13. Jawa Barat
Gunung:
Tangkuban Perahu, Gunung Salak Endah, Puncak Bogor,  Galunggung
Pantai:
Pelabuhan ratu,  Pantai Pangandaran,             
Danau:
Waduk Jatiluhur,   
Lainnya:
Taman Mekarsari, Wisata alam Linggar Jati, Curug Luhur       
 
14. Jawa Tengah
Gunung:
Gunung Merapi, 
Pantai:
Pantai Sekucing
Danau:
Waduk Gajahmungkur, Waduk Sempor, Rawa Pening    
Air Terjun:
Grojogan Sewu., Curug Sewu., Air terjun Guci      
Goa:
Goa Jati jajar, Goa Petruk.
Budaya:
Keraton Surakarta, Istana Mangkunagaran, Wisata Solo, Candi Prambanan
Lainnya:
Bledug Kuwu,  Air panas Gonoharjo

15. D.I Yogyakarta
Pantai:
Pantai Depok, Parangtritis, Pantai Baron, Krakal 
Budaya:
Wisata Jogja 


16. Jawa Timur
Gunung:
Bromo dan Kawah Gunung Ijen. Gunung Semeru, 
Pantai:
Pantai Plengkung, Grajagan,  Camplong,  Watu Ulo, Teleng ria, Prigi, Klayar, Popoh, pulau sempu, Papuma, Pantai Sukamade, Pulau Bawen.
Lainnya:
Taman Nasional Baluran  

17. Bali
Pantai Sanur, Nusa Dua, Kuta, Jimbaran, Tanah Lot, Pura Besakih, Kintamani, Ubud, Taman Garuda Wisnu Kencana.  Istana Tampaksiring,

18. Nusa Tenggara Barat
19. Nusa Tenggara Timur
20. Kalimantan Barat
21. Kalimantan Tengah
22. Kalimantan Selatan
23. Kalimantan Timur
24. Sulawesi Utara
25. Gorontalo
26. Sulawesi Tengah
27. Sulawesi Barat
28. Sulawesi Tenggara
29. Sulawesi Selatan
30. Maluku utara
31. Maluku
32. Papua Barat
33. Papua
 [maaf, posting ini dalam proses pengerjaan V^.^ ] 

Goa Jati Jajar

Gua Jatijajar adalah sebuah tempat wisata berupa gua alam yang terletak di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, sekitar 42 km dari Kota Kebumen. Gua ini terbentuk dari batu kapur. Gua Jatijajar mempunyai panjang dari pintu masuk ke pintu keluar sepanjang 250 meter. Lebar rata-rata 15 meter dan tinggi rata-rata 12 meter sedangkan ketebalan langit-langit rata-rata 10 meter, dan ketingian dari permukaan laut 50 meter.

Gua ini ditemukan oleh seorang petani yang memiliki tanah di atas Gua tersebut yang Bernama "Jayamenawi". Pada suatu ketika Jayamenawi sedang mengambil rumput, kemudian jatuh kesebuah lobang, ternyata lobang itu adalah sebuah lobang ventilasi yang ada di langit-langit Gua tersebut. Lobang ini mempunyai garis tengah 4 meter dan tinggi dari tanah yang berada dibawahnya 24 meter.

Di dalam Gua Jatijajar terdapat 7 (tujuh) sungai atau sendang, tetapi yang data dicapai dengan mudah hanya 4 (empat) sungai yaitu, Sungai Puser Bumi, Sungai Jombor, Sungai Mawar dan Sungai Kantil. Untuk sungai Puser Bumi dan Jombor konon airnya mempunyai khasiat dapat digunakan untuk segala macam tujuan menurut kepercayaan masing-masing. Sedangkan Sungai Mawar konon airnya jika untuk mandi atau mencuci muka, mempunyai khasiat bisa awet muda. Adapun Sendang kantil jika airnya untuk cuci muka atau mandi, maka niat/cita-citanya akan mudah tercapai. Pada saat ini yang telah dibangun baru Sendang Mawar dan Sendang Kantil, Sedangkan Sendang Jombor dan Sendang Puser Bumi masih alami dan masih belum ada penerangan serta licin.


Sebagaimana umumnya objek wisata lain di Indonesia, yang hampir selalu menyimpan legenda, Gua Jatijajarpun tak terkecuali. Kata yang punya cerita, Gua Jatjajar ini pada jaman dahulu merupakan tempat bersemedi Raden Kamandaka, yang kemudian mendapat wangsit. Cerita Raden Kamandaka ini kemudian dikenal dengan legenda Lutung Kasarung. Visualisasi dari legenda tersebut dapat kita lihat dalam diorama yang ada di dalam goa itu.
Di dalam Gua Jatijajar banyak terdapat Stalagmit dan juga Pilar atau Tiang Kapur, yaitu pertemuan antara Stalagtit dengan Stalagmit. Kesemuanya ini terbentuk dari endapan tetesan air hujan yang sudah bereaksi dengan batu-batu kapur yang ditembusnya. Menurut penelitian para ahli, untuk pembentukan Stalagtit itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Dalam satu tahun terbentuknya Stalagtit paling tebal hanya setebal 1 (satu) cm saja. Oleh sebab itu Gua Jatijajar merupakan gua Kapur yang sudah tua sekali.
Untuk sampai ke Taman Wisata Gua Jatijajar, tidaklah terlalu sulit. Apabila Anda naik kendaraan umum, ambillah jurusan Gombong-Jatijajar. Jika ingin menginap, di sekitar lokai terdapat hotel melati dan homestay dengan tarif terjangkau. Sebagai pelengkap kunjungan Anda, ada baiknya mencicipi makanan khas daerah ini, yaitu Lanthing, yang banyak dijual di situ.
sumber: 
wikipedia-goajatijajar
kebumen.itgo.com

Goa lain yang tidak jauh adalah Goa Petruk.

Goa Petruk

Goa Petruk terletak di Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Luas areal wisata goa alami ini sekitar 0,51 hektar. Kondisi jalan menuju lokasi sudah beraspal dan mudah dicapai, kira-kira 25 kilometer dari Kota Kebumen.  Pada jalur ini juga terdapat obyek wisata Goa Jatijajar dan Pantai Logending yang hanya berjarak beberapa kilometer. Goa ini berada diatas bukit kapur dengan ketinggian 75 M diatas permukaan laut. Goa Petruk memiliki dua lorong yang panjang, pada lorong kanan panjangnya mencapai 2000 M, sedangkan pada lorong kiri 664 M.
Selain memiliki lorong yang panjang, Goa Petruk memiliki tiga tingkat atau tiga susun diatasnya.  Tingkat pertama medannya cukup nyaman dan mudah dijangkau oleh pengunjung untuk wisata alam juga penelitian. Pada tingkat kedua konon terdapat patung Petruk berdiri nyodong (mengulurkan tangan), karena ulah penambangan Pospat oleh VOC Belanda yang menggunakan bahan peledak maka patung Petruk  ikut runtuh, sehingga saat ini patung petruk sudah tidak ditemukan lagi. Pada tingkat ketiga medannya sangat sulit untuk pengunjung, lokasi ini hanya dapat dijangkau menggunakan alat panjat tebing.

Legenda Goa Petruk
Dikisahkan seorang Begawan bernama Mentaraga yang menjalankan tapa-barata menjelang pecahnya perang Baratayudha. Sang Begawan menjalankan tapa-bratanya di goa Andrakila. Sangat mengherankan ketika sang Begawan diiringi oleh Punakawan, yang selama ini Punakawan lebih dikenal dekat dengan Raden Arjuna (putra Pandawa ke tiga). Sementara Begawan Mentaraga bertapa didalam Goa, para Punakawan dengan setianya menanti diluar Goa.

Perang Baratayudha demikian menarik perhatian para Kesatria bahkan  Resi, Empu, dan Brahmana. Sekalipun  sudah menjadi takdir Dewata Yang Agung. Namun, upaya mengelak bahkan menggagalkan senantiasa dilakukan oleh para Imam Suci (Resi, Empu, dan Brahmana), supaya tidak ada jatuh korban dari kedua belah pihak. Dua kekuatan besar antara Pandawa dan Kurawa, belum lagi kekuatan lain yang mendukung keduanya. Sang Begawan sadar perang Baratayuda tidak dapat dihindarkan.

Setelah sekian lama berlalu, Begawan Mentaraga belum juga keluar dari pertapaannya, penantian tak kunjung usai, keresahan pun mulai dirasakan Ki Lurah Semar hingga berujung pada tekat Ki Lurah Semar untuk melihat apa yang terjadi didalam Goa. Bersama Petruk, Ki Lurah Semar menerobos masuk Goa Andrakila untuk memastikan kondisi Junjungannya, sementara Gareng dan Bawor tetap menanti diluar Goa. Namun apa yang terjadi sungguh diluar dugaan mereka, Begawan Mentaraga tidak dijumpai seakan lenyap ditelan Bumi. Terlanjur masuk kedalam Goa, Ki Lurah Semar dan Petruk akhirnya memutuskan untuk bertapa. Wahyu Baratayudha menjadi harapan Ki Lurah Semar, sementara Petruk meminta petunjuk untuk dapat bertemu orang tuanya yaitu Gandarwo Seto.

Setelah mendapatkan wahyu yang diharapkan keduanya pun bergegas keluar dari dalam goa tetapi menempuh lorong yang berbeda. Sementara Ki Lurah Semar kembali ketempat Gareng dan Bawor, tetapi  Petruk tak kunjung datang. Mereka pun mencari keberadaan Petruk, hingga akhirnya Petruk ditemukan sedang duduk santai dipinggir pantai.

Demikian kisah yang melatarbelakangi keberadaan Goa Andrakila yang konon terdapat patung petruk yang sedang berdiri yodong menerima wahyu dari Dewata Yang Agung. Oleh karena itu, goa ini mulai di kenal dengan nama Goa Petruk. “Pada saat-saat tertentu, didinding goa sering terlihat sosok bayangan yang menyerupai Petruk, apabila didekati bayangan tersebut menghilang.” kata Mbah Rudin (74), Juru kunci Goa Andrakila.

sumber:
tabloidpamor.com/legenda-goa-petruk
kbmwbu.jawatengah.go.id

Gua Batu Cermin

Batu Cermin adalah salah satu kawasan gua yang paling terkenal di sekitar Labuan Bajo  Manggarai Barat. Goa alam yang jaraknya hanya sekitar dua kilometer dari pusat ibu kota Labuan Bajo ini ternyata menyimpan keindahan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Di dalam goa sepanjang sekitar 200 meter yang memiliki banyak lorong itu, dipenuhi dengan aneka rupa stalagtit dan stalagmit yang masih terpelihara dengan baik. Daya pukau lain dari goa alam ini adalah di sejumlah bagian goa menempel fosil terumbu karang dan satwa penyu yang telah membatu yang menandakan bahwa goa ini merupakan bagian palung laut pada zaman lampau.

Stalagmit dan stalagtit seakan beradu cepat untuk tumbuh, meraih dinding di depannya. Pada satu sisi gua, tebing kapur tampak seperti membentuk dinding yang halus dan rata. Sinar matahari yang jatuh padanya terpantulkan dengan sempurna pada jam-jam tertentu. Makanya penduduk sekitar menamai tempat ini Batu Cermin.
Lihat juga Pulau Komodo yang masih berada dalam Kabupaten Manggari Barat.